Romantisme dan cinta Mantan Presiden RI BJ Habibie kepada almarhum istrinya Ainun, ternyata terus berlanjut. Beberapa minggu yang lalu, tepatnya pada 12 Mei 2015, Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun diresmikan di Parepare.

Sumber foto : @jennyfrans

Sumber foto : @jennyfrans

Baharuddin Jusuf Habibie dan Hasri Ainun Besari menikah pada tanggal 12 Mei 1962. Pasangan ini dikaruniai dua anak bernama Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Hasri Ainun Besari meninggal dunia tanggal 24 Maret 2010 karena penyakit kanker ovarium.

Gambar: http://katacintabaru.blogspot.com/

Gambar: http://katacintabaru.blogspot.com/

Setelah kepergian Ainun, Pak Habibie merasa separuh jiwanya pergi. Ainun adalah cinta pertamanya dan yang menemani perjalanan hidupnya sejak dari Jerman hingga menjadi presiden Republik Indonesia.

Tak cuma mengharukan, kisah cinta Habibie dan Ainun juga memberi kita inspirasi akan betapa besarnya cinta sejati, yang bisa terus tumbuh dan mampu bertahan di tengah segala cobaan.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika film Habibie-Ainun yang dibuat berdasarkan kisah cinta mereka, mampu menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa. Ia mampu menyentuh hati jutaan masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

Gambar: http://pacarimpian.com/

Gambar: http://pacarimpian.com/

“Ini tahun ke-53 saya dijadikan suami oleh Ainun, menjadi suami sampai akhir, itu keyakinan saya, saya tidak pernah merasa berpisah dengan Ainun, karena dia selalu di hati. Saya mau katakan bagaimana peran ibu mendampingi bapak, untuk mencegah bapaknya hilang semangatnya untuk memperjuangkan hidup,” kata BJ Habibie pada satu kesempatan.

Baru-baru ini netizen kembali dibuat terharu, setelah seorang pengguna path mem-posting foto makam Ainun yang dipenuhi bunga-bunga cantik yang segar.

Sumber: Path

Sumber: Path

Pengguna Path tersebut bercerita bahwa saat dia nyekar ke makam opanya di Taman Makam Pahlawan Kalibata, dia mendapati sebuah makam yang cantik dengan bunga-bunga segar, yang ternyata adalah makam Ibu Ainun.

Jika sempat bertemu dengan penjaga makan di sana, niscaya ia akan bercerita kalau Pak Habibie selalu datang ke makan Ibu Ainun dengan membawa bunga. Saat ini memang hanya seminggu sekali (setiap Jumat), tapi di minggu-minggu pertama kepergian Ibu Ainun, hampir setiap hari Pak Habibie datang.

Bagi Habibie, Ainun tampaknya selalu hidup. Ia ingat kalau Ibu Ainun selalu suka dengan keindahan. Oleh karena itulah pusara istri tercintanya itu tak pernah sepi. Habibie selalu menyapanya dengan bunga-bunga segar yang cantik yang selalu diganti setiap dua hari sekali.

Dalam foto tersebut, kita juga melihat lahan di samping makam Ibu Ainun masih kosong. Lahan itu memang disiapkan khusus untuk Pak Habibie.

Pak Habibie telah menemukan cinta sejatinya. Cinta yang membuatnya tidak hanya ingin bersama dalam kehidupan, tapi juga kematian kelak. Bahkan sampai matipun, dia tidak mau jauh-jauh dari Ainun.

“Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku. Selamat jalan calon bidadari surgaku.” (B.J. Habibie)

Untuk mengetahui testimoni dan aktifitas pengguna 8Share Indonesia, yuk jadi fans 8Share Indonesia di Facebook dan Twitter sekarang juga!