Sebelum playstation mengkontaminasi anak-anak Indonesia, telah terlebih dahulu dikenal permainan seperti ludo, ular tangga, atau halma. Tapi, sekarang masihkah ada anak-anak atau bahkan orang dewasa yang memainkan permainan yang bisa menghasilkan interaksi tersebut?

Menariknya, seperti diulas National Geographic Indonesia, dari tahun 1990 tercatat setidaknya ada 7 board game asal luar negeri yang bertemakan Indonesia. Namun sayangnya, beberapa sudah sulit dicari…

1. Indonesia

Papan permainan ini didesain oleh orang Belanda bernama Jeroen Doumen dan Joris Wiersinga. Konon, papan permainan ini cukup legendaris, dan dinilai sebagai game paling rumit di dunia.

Image via https://boardgamegeek.com

Image via https://boardgamegeek.com

Menurut Boardgamegeek.com, “Indonesia” adalah permainan di mana 2-5 pemain membangun kekayaan, berusaha mendapatkan uang paling banyak dan akan berperan sebagai pedagang yang ditunjuk oleh Sultan Solo. Untuk menang, pemain perlu mengakuisisi perusahaan produksi yang memproduksi barang seperti beras dan rempah, dan juga perusahaan distribusi (pelayaran).

pic453124_lg

Image via https://boardgamegeek.com

2. Java

Meski bernama “Java”, board game ini didesain oleh orang Jerman bernama Michael Kiesling dan Wolfgang Kramer. Dalam permainan ini, pemain ditantang untuk memajukan desa-desa yang ada di Jawa, termasuk menciptakan sistem irigasi dan membajak sawah. Intinya menciptakan peradaban yang paling unggul.

Image via https://boardgamegeek.com

Image via https://boardgamegeek.com

Poin akan didapat dari seberapa tenar kota-kota yang mereka ciptakan. Pemain dengan poin ketenaran terbanyak aka menjadi pemenangnya.

Dua orang asing sedang bermain game "Java".  Image via wikipedia.org

Dua orang asing sedang bermain game “Java”.
Image via wikipedia.org

3. Bali

“Bali” juga didesain oleh orang Jerman bernama Uwe Rosenberg.

Image via boardgame.id

Image via boardgame.id

Bali adalah permainan dalang melawan dalang. Pemain harus menjadi dalang wayang yang bertualang untuk menantang dalang lainnya. Pemain akan mendapatkan poin dan menang jika ia berhasil menyebarkan budaya wayang di pulau yang didatanginya.

4. Papua

Permainan yang satu ini menantang pemain untuk cepat-cepat melarikan diri sebelum dijadikan sup oleh suku terasing di Papua.

Image via https://boardgamegeek.com

Image via https://boardgamegeek.com

Masalahnya di pulau itu juga ada pemain lain, jadi sesama pemain harus berlomba-lomba menuju perahu dan meninggalkan Papua.

Image via https://boardgamegeek.com

Image via https://boardgamegeek.com

Ohya, Papua juga didesain oleh orang Jerman lainnya bernama Thilo Hutzler.

5. Borneo

Desainer game ini adalah Paolo Mori dari Italia.

Image via https://boardgamegeek.com

Image via https://boardgamegeek.com

Pemain yang ingin memenangkan permainan ini harus menjadi juragan rempah-rempah paling hebat. Mereka adalah anggota perusahaan dagang yang berbeda, sehingga persaingan tak terhindarkan. Kartu yang sama digunakan dalam tiga cara: untuk mendapatkan kontrol dari perusahaan di pelabuhan tertentu, berjuang untuk status dalam sebuah perusahaan, dan akhirnya sebagai barang perdagangan untuk mengumpulkan perintah pengiriman.

Games ini pernah menjadi pemenang “Best Unpublished Game contest of Lucca” tahun 2006.

Image via https://boardgamegeek.com

Image via https://boardgamegeek.com

6. Batavia

Game ini akan membawa pemainnya ke era keemasan Perusahaan India Timur yang termasuk perusahaan dari Inggris, Belanda, Swedia, Perancis dan Denmark.

Image via https://boardgamegeek.com

Image via https://boardgamegeek.com

Para pemain yang mewakli perusahaan tersebut akan mengunjungi pos perdagangan dari lima perusahaan East India di seluruh Asia. Setiap perusahaan menawarkan barang yang berbeda, yang akan tersedia untuk pedagang yang mengunjungi pos perdagangan tersebut.

Image via https://boardgamegeek.com

Image via https://boardgamegeek.com

7. Expedition Sumatera

Pemain harus menjadi pemburu yang berangkat ke hutan Sumatera untuk menangkap beberapa spesies yang hampir punah untuk kepentingan anak cucu. Sementara juga pasar gelap memikat dengan harga menarik, dan penduduk pulau juga memiliki pendapat sendiri dalam hal ini juga.

pic758994

Image via https://boardgamegeek.com

Ekspedisi Sumatra ini didesain oleh Jens Jahnke & Britta Stöckmann dari Jerman. Pemain memiliki tugas mulia untuk menemukan dan membawa keluar hewan-hewan yang terancam punah sebelum diincar oleh pemburu liar.

pic1667300_md

Image via https://boardgamegeek.com

Seperti yang anda ketahui, seperti board game mulai kehilangan penggemarnya di Indonesia, bahkan board game dengan tema Indonesia di atas tidak didesain oleh orang Indonesia sendiri.

Di sisi lain masyarakat kini mulai kecanduan gadget, melupakan interaksi dengan sesamanya karena perhatiannya terfokus pada gawai masing-masing.

Image via http://folks.id/

Image via http://folks.id/

Untunglah, saat ini ada Folks dengan visi agar pengunjungnya bisa “reconnect” dan mengalami apa yang disebut sebagai “digital detox”. Bahkan oleh karena itulah di Folks, anda tidak akan menemukan sinyal wifi!

Dengan konsep ini, Folks berharap agar orang-orang yang mungkin secara fisik duduk berdekatan tetapi sibuk dengan gawainya masing-masing kembali terhubung dan berinteraksi.

Image via http://folks.id/

Image via http://folks.id/

Mungkin tidak bisa setiap waktu keluarga/sahabat bisa bermain bersama, namun ide ini diinisiasi agar seminggu sekali misalnya, Ayah Ibu dapat kembali menumbuhkan keakraban dengan anak melalui board game.

Penasaran? Kunjungi Folks di sini!

Untuk mengetahui testimoni dan aktifitas pengguna 8Share Indonesia, yuk jadi fans 8Share Indonesia di Facebook dan Twitter sekarang juga!