Image via http://www.kompasiana.com/

Image via http://www.kompasiana.com/

Kalian tau kan makna ganda? Makna ganda adalah 1 kata yang mempunyai makna lebih dari satu. Sering orang membuat joke atau tekateki konyol menggunakan makna ganda untuk dijadikan bahan becandaan. Ada begitu banyak contoh becandaan yang diambil dari makna ganda. Misalnya, pernah kan kalian ngedenger kayak gini; “Binatang apa yang ada di ketek?”

Sebagian besar orang merasa kesulitan ngejawabnya. Ketika dikasih tau kalo jawabannya adalah ‘Anak Kepiting’, mereka makin bingung. Anak kepiting bukannya ada di laut atau di pasir pantai? Ngapain tuh anak kepiting bisa-bisanya nyasar sampe ke ketek segala?

Ternyata ‘anak kepiting’ yang dimaksud bukanlah anak dari binatang yang namanya kepiting, tapi anak manusia yang sedang dipiting. Kalo kita memiting temen, kepala temen tersebut ada di ketek kita kan? Hehehehehe…

Ada lagi yang ngasih teketeki kayak gini, “Nasi apa yang paling sial nasibnya?” Nah bingung lagi kan? Jawabannya adalah ‘nasi kebuli’. Gila ya? Ternyata bukan anak-anak aja yang suka dibuli oleh temennya. Ternyata nasi bisa dibuli juga hehehehe…Norak banget ya?

Okeh sekarang saya kasih teketeki yang paling umum, “Burung apa yang suka berurusan sama polisi?” Kalo ini pasti semua udah pada tau, jawabannya adalah ‘Burung Ketilang’.

Di jaman digital, joke-joke kayak di atas udah semakin canggih dan berkembang menjadi meme-meme yang kocak. Ternyata orang Indonesia bisa sangat kreatif kalo bikin becandaan. Kalo kerjaan beneran baru deh otaknya pada mampet, Contohnya adalah beberapa meme di bawah ini yang saya peroleh dari Group Whatsapp. Karena ini whatsapp berantai, jadinya saya posting di sini tanpa izin karena saya ga tau siapa kreatornya. Maap ya buat yang bikin.

Contoh meme dengan makna ganda, istilah XL bisa bermakna sebagai provider tapi bisa juga berarti ukuran pakaian. Dengan cara mengacaukan kedua maknanya, meme tersebut menjadi lucu banget. Salut buat yang bikin.

Image via http://www.kompasiana.com/

Image via http://www.kompasiana.com/

Coba perhatiin meme restoran sederhana ini. Menarik banget kan? Seandainya ini bukan meme tapi iklan beneran, pasti restoran sederhana terlihat keren karena iklannya smart banget. Atau kalo Boss sederhana jeli, dia bisa minta izin pada si pembuat meme untuk keperluan iklannya. Kalo ga punya duit bayar aja dengan vocer makan di Sederhana. Misalnya si pembuat meme boleh makan siang gratis selama setahun. Gampang kan?

Namun ada juga yang memanfaatkan makna ganda ini bener-bener sebagai alat komunikasinya. Dan makna ganda ini beneran bikin orang tersenyum geli. Kenapa? Karena kreatornya sangat memahami insight para konsumennya. Kita semua tau bahwa banyak suami-suami yang takut sama isterinya. Dan banyak menantu benci banget sama mertuanya. Kedua insight tersebut secara maksimal dimanfaatkan oleh sebuah Studio Foto. Keliatannya sepele kan? Padahal komunikasi seperti inilah yang membuat orang selalu teringat pada Studio Foto tersebut.

Image via http://www.kompasiana.com/

Image via http://www.kompasiana.com/

Sekarang yuk kita ngobrolin tentang plesetan. Apakah plesetan itu? Plesetan adalah sebuah kata yang sebetulnya tidak memiliki makna ganda, tapi dipaksakan mengacu pada makna lain yang kebetulan memiliki persamaan bunyi. Ada banyak sekali contoh plesetan di lingkungan kita. Misalnya;

Suatu hari saya sedang nonton pertunjukan musik. Ketika band selesai perform, para pemain band langsung bersiap hendak membereskan peralatannya. Tiba-tiba penonton yang belum puas pada pertunjukan tersebut ramai-ramai berteriak, “Curanmor! Curanmor!! Curanmor”

Kata ‘curanmor’ sebetulnya adalah singkatan dari ‘pencurian kendaraan bermotor’, lalu apa hubungannya teriakan penonton dengan pertunjukan itu? Rupanya penonton ingin minta tambah 1 atau 2 lagi dan biasanya teriakannya berbunyi ‘We want more’ akan tetapi mereka memplesetkannya dengan kata ‘curanmor’. Hehehe ada-ada aja ya?

Pernah juga seorang teman memberikan tekateki plesetan pada saya, “Binatang apa yang sering nempel di tong sampah?”

Melihat saya kebingungan, temen itu menjawab sendiri, “Gajahlah kebersihan.” Sial! Rupanya dia memplesetkan kata ‘jagalah’ menjadi ‘gajahlah’.

Tapi yang membuat saya terkagum-kagum adalah ada orang yang ternyata tidak menganggap joke itu sebagai becandaan belaka. Dengan cerdik dia justru memproduksi Tong Sampah dengan gambar gajah. Dan di badan tong sampah itu dia tarok kalimat ‘Gajahlah Kebersihan.” Ck…ck…ck…hebat ya?

Ada orang yang memiliki sense of humor namun ada pula yang memiliki sense of bussiness. Sementara orang cuma bikin becandaan, yang punya sense of bussiness justru menjadi pihak yang mendulang uang dari becandaan tersebut. Kepekaan untuk berkreasi memang luarbiasa. Kalo kita jeli, sebuah joke yang norak sekalipun bisa dikonversi menjadi rupiah. Hebat!

Image via http://www.kompasiana.com/

Image via http://www.kompasiana.com/

Ditulis oleh Budiman Hakim, dimuat di Kompasiana.com.

Untuk mengetahui testimoni dan aktifitas pengguna 8Share Indonesia, yuk jadi fans 8Share Indonesia di Facebook dan Twitter sekarang juga!