Ini adalah kisah cinta antara Ron dan April, yang identitas lengkapnya belum akan diungkap demi mempertimbangkan perasaan keluarga masing-masing.

Gambar dimuat di www.dailymail.co.uk

Gambar dimuat di www.dailymail.co.uk

Kisah cinta mereka tidak akan terungkap jika seorang gadis bernama Sophie Abbott, 21 tahun tidak menemukan surat-surat tua dari tahun 1950-an yang ternyata saksi bisu kisah cinta pasangan ini di tahun 1950-an. Surat-surat itu didapatkan teman Sophie dari sebuah event obral.

Gambar: www.dailymail.co.uk

Gambar: www.dailymail.co.uk

Sebanyak 300 surat cinta ini membuktikan kalau pasangan ini menjalani hubungan jarak jauh dari tahun 1952 sampai 1955. Dan itu terjadi semasa perang dingin.

Namun layaknya pasangan lainnya, kisah cinta merekapun mengalami pasang surut.

Saat itu, Ron adalah serdadu yang ditugaskan di Oldenberg, Jerman, sementara April tinggal di London. Meski terpisah jarak 400 mil, namun kasih sayang antara mereka tidak pernah putus. Ron mengungkapkan rasa cintanya pada April misalnya dengan beberapa kali menuliskan “I love you” di halaman yang sama.

Gambar dimuat di www.dailymail.co.uk

Gambar dimuat di www.dailymail.co.uk

Sophie kemudian menggunakan ‘harta karun’ ini untuk menyusun tugas akhir kuliahnya. “Saya ingin mengerjakan tugas ini serealistis mungkin, dan menggambarkan hubungan yang penuh ‘turbulensi’.”

Gambar dimuat di www.dailymail.co.uk

Gambar dimuat di www.dailymail.co.uk

Surat-surat itu semua dibubuhi tanggal, dan pada tahun 1955, hubungan surat menyurat itu tiba-tiba terputus.

Namun, Sophie lalu mendapati kalau Ron dan April menikah. Mereka punya 3 anak yang bernama Nicholas, Steven dan Kay.

Satu persatu surat tersebut akan di-scan. Setelah itu, Sophie akan mengunjungi semua tempat-tempat yang disebutkan pasangan tersebut dalam surat-surat mereka. Sophie pernah mengunjungi kampung halaman April di Edmondon, tapi ia juga berencana untuk melakukan perjalanan ke Jerman, dimana Ron pernah bertugas sebagai tentara dan juga Perancis, yang disebutkan April dalam korespondensinya.

Untuk membiayai perjalanannya, Sophie memulai suatu gerakan yang disebutnya sebagai, “Do You Still Love Me Darling?”. (Dimuat di Dailymail.co.uk).