8Sharers, setuju ‘kan kalau setiap kota punya identitas? Misalnya, Bandung dengan kulinernya, Yogyakarta dengan Gudeg-nya atau Jember dengan JFC-nya. Nah, kira-kira apa saja sih yang termasuk identitas kota Jakarta? Yuk kita simak yang berikut ini:

1. Benyamin S

Benyamin S bersama Ida Royani, pada salah satu sampul album piringan hitam mereka. (gambar: www.bbc.co.uk/indonesia/)

Benyamin S bersama Ida Royani, pada salah satu sampul album piringan hitam mereka. (gambar: www.bbc.co.uk/indonesia/)

Nama lengkapnya adalah Benyamin bin Suaeb. Beliau lahir di Kemayoran, Jakarta Pusat, dari sebuah keluarga yang kental dengan darah musik tradisi Betawi. Yatim sejak balita, Ben tumbuh jadi anak periang, banyak teman dan percaya diri. Biar paling kecil dari delapan bersaudara, Ben berani tampil memimpin kakak-kakaknya main ‘orkes kaleng’ di kampung, kadang-kadang mendapat imbalan dari warga.

Kakeknya Saiti adalah peniup klarinet pada grup gambang kromong terkenal saat itu. Kakek dari pihak ayah, Haji Ung adalah pemain teater Betawi. Ben rupanya mendapat warisan genetik musik cukup banyak dari keduanya sehingga kemudian jadi musisi betulan juga, bahkan mungkin artis Betawi terbesar sepanjang masa, seperti yang diulas oleh BBC Indonesia.

2. Kerak Telor

Penjual kerak telor. Gambar: www.bubblews.com

Penjual kerak telor. Gambar: www.bubblews.com

Makanan ini sering disebut juga sebagai “Pizzanya Jakarta”. Jika banyak orang yang menonton film sambil makan pop corn, maka kerak telor paling pas dinikmati sambil menonton Ondel-ondel.

Keberadaan makanan yang satu ini semakin terpinggirkan di tengah derasnya arus kemajuan jaman, padahal pada masa kolonial Belanda dahulu, kerak telor sempat menjadi makanan elit khas Betawi yang terkenal kelezatan rasanya.

Makanan ini dihidangkan saat pesta dan hajatan besar para pembesar pada masa itu. Namun sekarang, penjual kerak telor semakin sulit di ketemukan, mungkin hanya di event-event Budaya Betawi seperti PRJ kita bisa mencicipi kuliner satu ini. Kerak telor dibuat dengan bahan baku beras ketan putih, telur ayam, ebi, kelapa sangrai, dan lain-lain. Semua bahan tersebut didadar dan dimasak di atas tungku tanah liat.

Kepopuleran kerak telor sebagai primadona menjadikannya ikon kuliner Jakarta melebihi kuliner khas Betawi lainnya seperti gado-gado, karedok, asinan Betawi, dan ketoprak.

3. Tanjidor

Para pemain orkes tanjidor. Gambar: indonesianculture-nasrul.blogspot.com

Para pemain orkes tanjidor. Gambar: indonesianculture-nasrul.blogspot.com

Tanjidor sebagai satu jenis kesenian musik asli Betawi, dimainkan secara berkelompok. Mengenai asal usul dan sejarah munculnya kesenian ini terdapat beberapa pendapat yang berbeda yang mana masing-masing mengklaim sebagai pencipta kesenian ini, namun musik Tanjidor diduga berasal dari bangsa Portugis yang datang ke Betawi pada abad ke 14 sampai 16.

Seperti yang diulas oleh http://www.majalahpraise.com/, kata “Tanjidor” berasal dari kata dalam bahasa Portugis, “tangedor”, yang berarti “alat-alat musik berdawai (stringed instruments)”. Tetapi dalam kenyataannya, nama Tanjidor tidak sesuai lagi dengan istilah asli dari Portugis itu. Namun yang masih sama adalah sistem musik (tonesystem) dari tangedor, yakni sistem diatonik atau duabelas nada berjarak sama rata (twelve equally spaced tones).

Ensambel Tanjidor sendiri terdiri dari alat-alat musik seperti berikut: klarinet (tiup), piston (tiup), trombon (tiup), saksofon tenor (tiup), saksofon bas (tiup), drum (membranofon), simbal (perkusi), dan side drums (tambur).

4. Ondel-ondel

Ondel-ondel Irama Adelia bermain di Kota Tua Jakarta. (G Samantha dimuat di nationalgeographic.co.id)

Ondel-ondel Irama Adelia bermain di Kota Tua Jakarta. (G Samantha dimuat di nationalgeographic.co.id)

Menurut nationalgeographic.co.id, konon, ondel-ondel telah ada sebelum Islam tersebar di Jawa. Para ahli memperkirakan ondel-ondel ada di Jakarta sejak berabad lalu. Seorang pedagang asal Inggris, W. Scot, mencatat dalam bukunya jenis boneka seperti ondel-ondel sudah ada tahun 1605. Dahulu, fungsinya sebagai penolak bala atau semacam azimat. Ondel-ondel dijadikan personifikasi leluhur penjaga kampung yang tujuannya untuk mengusir roh-roh halus yang bergentayangan mengganggu manusia. Oleh karena itu tidak heran kalau wujud ondel-ondel pada saat itu menyeramkan.

5. Jakarta Fair

Saat Jakarta Fair dibuka. Gambar: www.jakartafair.co.id

Suasana saat pembukaan Jakarta Fair 2014. Gambar: www.jakartafair.co.id

Jakarta Fair Kemayoran adalah pameran tahunan yang akan berlangsung selama 31 hari di Arena JiExpo Kemayoran, mulai dari 6 Juni-6 Juli 2014. Mungkin tak banyak yang tahu jika Jakarta Fair sudah digelar sejak tahun 1968, ketika Ali Sadikin masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Denah Lokasi Jakarta Fair 2014. Gambar: www.jakartafair.co.id

Denah Lokasi Jakarta Fair 2014. Gambar: www.jakartafair.co.id

Jakarta Fair Kemayoran 2014 diikuti 2.650 perusahaan dengan 1300 stand pameran. Juga ada anjungan dari 33 provinsi, 177 stand pemerintah kota atau kabupaten dan kementerian serta BUMN. Ajang ini dibuka mulai pukul 15.30-22.00 pada hari biasa dan mulai pukul 10.00-23.00 WIB pada akhir pekan. Harga tiket masuk Rp 25 ribu pada hari biasa dan 30 ribu saat akhir pekan. Untuk hari Senin diberikan keringanan tiket masuk Rp 20 ribu.

Tetap meriah di bulan Ramadhan.

Tetap meriah di bulan Ramadhan. Gambar: www.jakartafair.co.id

Afghan memeriahkan arena Jakarta Fair 2014. Gambar: www.jakartafair.co.id

Afghan memeriahkan arena Jakarta Fair 2014. Gambar: www.jakartafair.co.id

Acara ini akan dimeriahkan oleh konser musik nonstop dengan 260 band dan penyanyi top Indonesia. Bagi para pengunjung, disediakan hadiah atau doorprize dengan total hadiah 32 sepeda motor dan lima mobil. Untuk lebih jelasnya, simak tayangan di bawah ini:

Ohya, ini juga sangat penting! Bagi anda yang belum menjadi member 8Share Indonesia, daftar di sini http://www.the8share.com/specials/ (dan dapatkan uang tunai seperti yang sudah didapatkan lebih dari 70 ribu member kami).