1. Uang memang bukan segalanya. Tapi apa segalanya butuh uang?

Gif: Giphy.com

Gif: Giphy.com

Mari kita renungkan. Betulkah segalanya butuh uang? Ada beberapa hal di dunia ini yang bisa didapatkan secara gratis, namun sangat berharga. Misalnya senyum dari orangtua kita, dari teman, dari pacar, dari orang asing. Jadi kalau kamu tidak punya, bukan berarti tidak bisa punya apa-apa yang berharga dalam kehidupan.

Justru karena gratis, manusia sering lupa. Lupa menikmati matahari terbit dan tenggelam dan lupa menikmati saat ini. (“Arisan 2″)

2. Banyak uang otomatis menghilangkan segala kecemasan.

Gif: Giphy.com

Gif: Giphy.com

Ini sangat salah. Banyak hal yang menyangkut ketenangan jiwa yang tidak terkait dengan uang. Masalah “rasa” di hati tidak bisa dibeli. Kalaupun bisa, hanya akan bersifat sementara dan cenderung palsu. Intinya, jika memang selalu cemas, punya uang bermilyar-milyarpun akan tetap cemas. Kali ini cemas jika suatu saat uangnya berkurang, atau jatuh miskin, atau intinya takut kehilangan.

Aku tidak sedang menderita. Aku sedang berjuang. Berjuang untuk menjadi bagian dari hal-hal yang sedang terjadi, dan untuk tetap terhubung dengan diriku sendiri. Jadi, ‘hiduplah di saat ini’ kataku pada diri sendiri. Hanya ini yang benar-benar bisa saya lakukan: hidup pada moment ini, dan tidak terlalu menyalahkan diri sendiri karena terpaksa harus menguasai seni menghadapi kehilangan. (“Still Alice”)

3. Jika sudah punya banyak uang, maka tak perlu lagi bekerja.

Gif: Giphy.com

Gif: Giphy.com


Uang dan bekerja adalah dua hal yang berbeda. Jika dengan bekerja anda bisa mendapatkan makna, buat apa berhenti? Bekerja tidak selalu untuk mencari uang, bahkan jika kita bekerja bukan karena uang, maka hasilnya kadang lebih baik jika kita bekerja semata demi mengejar uang. Bahkan, dengan bekerja seseorang bisa menemukan jalan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, meski tidak pernah melihatnya!

Bagaimana seseorang tahu persis apa yang diinginkannya jika tidak pernah melihatnya? (“Jobs”)

4. Makin banyak uang, makin bahagia.

Gambar: Kompasiana.com

Gambar: Kompasiana.com

Ada riset yang meyebutkan bahwa peningkatan pendapatan terkait erat dengan kepuasan pribadi. Survey dari Pew Research Center tersebut menemukan apa yang ditemukan negara-negara maju bertahun-tahun yang lalu yaitu uang dan barang-barang yang dapat dibelinya membawa kebahagiaan atau setidaknya kepuasaan. Namun rasanya yang terpenting adalah seberapa bijaksana kita menggunakan uang tersebut, karena jika tidak bijaksana, kita bukan hanya tidak akan bahagia, tapi juga uang kita akan terkuras dengan cepat!

Dunia adalah kerang milikmu. Terserah kamu untuk menemukan mutiara di dalamnya. (“The Pursuit of Happyness”)

5. Uang hanya bisa didapat dengan penuh kerja keras.

Gif: giphy.com

Gif: giphy.com

Sejak dulu kita sudah familiar dengan istilah “banting tulang” atau “kerja keras bagai kuda”. Kayaknya susah banget buat nyari duit.

Tapi sekarang, sudah ada yang namanya nyari uang dari social media, jadi anda tak perlu “banting-banting tulang” lagi. Modalnya cuma kreatifitas, konsistensi dan kesabaran. Caranya pun sangat mudah, sehingga membuat orang pada awalnya meragukannya. Namun, jika anda ingin membuktikannya sendiri, cukup daftar menjadi member 8Share Indonesia di sini. Ikuti petunjuknya dan bersiaplah punya pendapatan pasif setiap bulannya!

8Share adalah bisnis online yang sangat mudah, kita hanya online, share artikel yang menarik, dapet ilmu dan dapet uang begitu simpelnya. (Rangga Frasdika Pratama, 8Sharers Indonesia.)

Untuk mengetahui testimoni dan aktifitas pengguna 8Share Indonesia, yuk jadi fans 8Share Indonesia di Facebook dan Twitter sekarang juga!