Di balik suasana syahdu dan hangatnya nuansa Idul Fitri, sebenarnya saat Hari Raya, stres bisa mengintai tanpa kita sadari. 

Di bawah ini 5 alternatif penyebab stres tersebut sekaligus cara mengatasinya. Semoga membantu.

1. Mobil tiba-tiba rusak.

Sudah siap-siap untuk mudik, eh tiba-tiba mobil rusak. Padahal itu mobil satu-satunya dan sudah tidak ada waktu untuk membawanya ke bengkel. Bahkan kebanyakan bengkel juga sudah tutup. Rasanya, argggh!

Gif: giphy.com

Gif: giphy.com

Konon, bapak-bapak paling rentan dengan gangguan stres yang ini, karena merekalah yang biasanya bertanggung jawab untuk bagian transportasi. Banyak sudah yang mereka lakukan menjelang mudik: service mobil, ganti ban, ganti oli dan sebagainya. Tapi kalau mobil memang sudah waktunya ngadat, mau bilang apa?

SOLUSI: Kenapa nggak coba layanan rent a car?

Gambar: www.sewamobiljogja.org

Gambar: www.sewamobiljogja.org

Menjelang Lebaran, banyak lho perusahaan penyedia layanan sewa mobil yang memberikan paket yang menggiurkan. Kendaraan yang bisa disewapun beragam, mulai dari Avanza, Innova, Camry sampai Alphard. Bahkan ada yang memberikan bonus satu hari jika mobil disewa dalam waktu 7 hari.

2. Ditinggal pembantu mudik.

Pembantu kesayangan mau mudik, padahal selama ini hampir semua hal di rumah tergantung padanya. Rasanya seperti kehilangan sebelah tangan deh. :(

Gambar: http://bloghamil.com/

Gambar: http://bloghamil.com/

Mudik adalah hak asasi, termasuk hak para pembantu. Nggak manusiawi kan kalau melarang pembantu mudik? Karena mereka juga pasti ingin berkumpul dengan keluarganya saat Hari Raya. Tapi, kerjaan rumah gimana kalau tanpa pembantu?

SOLUSI: Libatkan seluruh anggota keluarga untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan di rumah. 

Sebab, sesungguhnya hampir semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan oleh mesin kan? Kita tidak pernah mencuci baju, menghilangkan debu, sampai memanaskan air, karena semuanya dikerjakan oleh mesin cuci, vacuum cleaner, sampai dispenser! Jadi sekarang waktunya untuk melibatkan keluarga untuk mengerjakan setengah dari pekerjaan rumah tersebut, atau kalau memang punya budget cukup sewa saja pembantu pengganti, yang bisa dibayar harian.

Gambar: sharingdisana.com

Gambar: sharingdisana.com

3. Diteror pertanyaan “Kapan Kawin”?

Ini pertanyaan yang horor banget, terutama buat para jomblo!

Gambar: raditherapy.com

Gambar: raditherapy.com

Sebab, saat Lebaran adalah waktunya silaturahmi dengan semua keluarga dan kerabat yang kadang jumlahnya semakin bertambah saja. Ada wajah-wajah baru yang muncul setiap Lebaran; mungkin mereka kakak ipar baru, atau istrinya sepupu atau bahkan suaminya keponakan. Nah, giliran anda kapan… kawin?

SOLUSI: Kenapa nggak coba pake kaus seperti ini? (Serius lho ini sarannya!)

Gambar: suryadisaputera.blogspot.com

Gambar: suryadisaputera.blogspot.com

Sebab pertanyaan “Kapan Kawin” memang semakin lama semakin bikin stres. Mereka yang suka nanyain itu mungkin nggak bisa lihat seberapa besar usaha anda untuk mengakhiri status jomblo. Jadi, setiap mereka bertanya, kini tak perlu menjawab. Cukup tunjuk saja kaus yang anda kenakan, sambil berdoa mudah-mudahan Lebaran berikutnya sudah gendong momongan, yang artinya sudah kawin! :)

4. Kehabisan tiket mudik.

Sebagian besar orang Indonesia pasti punya kampung halaman; suatu tempat di mana kita berasal yang tidak sama dengan domisili kita sekarang. Saat Lebaran, biasanya kita kembali ke kampung halaman tersebut dan tak jarang menimbulkan problematika tersendiri menyangkut angkutan.

Gambar: surabaya.tribunnews.com

Gambar: surabaya.tribunnews.com

Mudik memang sudah menjadi tradisi masal khas orang Indonesia. Jutaan pemudik kembali ke kampung halamannya dan sebagian besar menggunakan moda transportasi publik. Karena itu, wajar jika tak semua orang bisa mendapat tiket mudik, terutama jika tidak membeli sejak jauh-jauh hari. Jadi, kalau nggak punya tiket mudik, apa nggak bisa merayakan Lebaran di kampung halaman? Wah pasti sedih deh.

SOLUSI: Ikutan fasilitas mudik gratis yang disediakan banyak perusahaan. 

Gambar: www.riaupos.co

Gambar: www.riaupos.co

Bagi banyak perusahaan, mudik gratis termasuk program CSR lho. Artinya ini bisa diikuti oleh siapa saja, tanpa banyak syarat-syarat khusus dengan kota tujuan yang mencakup Jawa dan bahkan Sumatera. Beberapa perusahaan sudah menggelar program ini sejak bertahun-tahun yang lalu, termasuk perusahaan mie instan, jamu, bank, dan sebagainya.

5. Merasa berkewajiban untuk bagi-bagi duit.

Amboi, duit lagi duit lagi. Sewa mobil karena mobil pribadi rusak, udah keluar duit. Bayar pembantu pengganti juga keluar duit. Saat pulang kampung juga harus keluar duit karena sepupu-sepupu dan keponakan-keponakan ngarepin salam tempel!

Gambar: danieldh.blogdetik.com

Gambar: danieldh.blogdetik.com

Memang sah-sah saja ngasih duit saat salam tempel dengan saudara-saudara yang masih kecil. Tapi kalau anda lagi nggak punya budget gimana? Masak harus ngutang cuma untuk jaga image? Nggak banget!

SOLUSI: Bikin kartu Lebaran untuk dibagikan saat salam tempel.

Gambar: http://blog.sribu.com/

Gambar: http://blog.sribu.com/

Sebab, memberi uang sebenarnya kurang mendidik. Setuju kan? Memberi kartu Lebaran lebih baik karena semua kartu yang anda buat, diberi sentuhan personal dan kreatifitas yang akan memberi mereka inspirasi.

Atau, anda ingin memberi mereka hadiah boneka Polar Bear yang imut ini? Klik di sini!

 

Nah, semoga dengan adanya 5 tips di atas, anda tidak perlu stres lagi!

Selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1436 H!

Untuk mengetahui testimoni dan aktifitas pengguna 8Share Indonesia, yuk jadi fans 8Share Indonesia di Facebook dan Twitter sekarang juga!