Jika menurut kamu travelling adalah kesempatan untuk melihat berbagai lapisan masyarakat, dari yang paling mewah, sampai yang paling kumuh, Jakarta adalah tempatnya.

Jakarta juga adalah etalase peradaban modern yang dibangun dari warisan masa lalu, sebuah perpaduan yang unik dari kekayaan tradisi dan pencapaian terbaru dari teknologi. Di Jakarta, sebuah pasar tradisional bisa terletak di belakang gedung bertingkat, dan kehidupan malam memberi nuansa di antara bangunan-bangunan yang melahirkan kesan religius.

Jika menurut kamu Jakarta adalah salah satu tempat terbaik untuk petualangan dalam hidupmu, berikut ini 10 hal yang wajib dilakukan di Jakarta.

Tapi sebelumnya, daftar dulu jadi member 8Share Indonesia yuk: http://www.the8share.com/specials/ (dan dapatkan uang tunai seperti yang sudah didapatkan lebih dari 70 ribu member kami).

1. Mengunjungi taman-taman penuh cerita

Taman Suropati, Menteng, Jakarta. Foto: TEMPO/Subekti

Taman Suropati, Menteng, Jakarta. Foto: TEMPO/Subekti

Ya! Berkunjung ke taman-taman di Jakarta adalah hal pertama yang kamu wajib lakukan. Salah satu contohnya adalah berkunjung ke Taman Suropati yang merupakan salah satu taman tertua di Jakarta. Taman ini awalnya bernama Burgemeester Bisschopplein, yang diambil dari nama walikota pertama Batavia yaitu G.J Bisshop (1916-1920). Yang menarik, taman ini kini mulai dilirik sebagai alternatif tempat meeting bagi eksekutif Jakarta dan menjadi markas besar bagi komunitas musik Taman Suropati Chamber Orchestra.

2. Petualangan di museum

Foto: fikriedoank.blogspot.com

Foto: fikriedoank.blogspot.com

Berkunjung ke museum adalah sebuah pilihan cerdas untuk menghindari tempat-tempat pasaran, salah satunya adalah Museum Taman Prasasti ini. Museum ini termasuk ke dalam Cagar Budaya yang dijaga kelestariannya, dan dulunya adalah tempat pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober. Namun selain museum taman prasasti masih banyak lagi museum lain yang bisa kamu kunjungi misalnya Museum Wayang, Museum Tekstil, dan Museum Nasional.

3. Menjelajahi tempat-tempat bernuansa religius

Foto: damniloveindonesia.com

Foto: damniloveindonesia.com

Toleransi yang tinggi di Jakarta terlihat di sini. Masjid Istiqlal sengaja dibangun berhadap-hadapan dengan Gereja Kathedral. Namun selain dua rumah ibadah tersebut, kamu masih bisa menemukan rumah ibadah atau tempat lain yang bernuansa spiritual, misalnya kelenteng, kuil, bahkan termasuk Sikh Temple.

4. Membaur dalam kehidupan malam

Foto: Okefood.com

Foto: Okefood.com

Hiburan malam di Jakarta juga tak akan ada habisnya. Dari mulai klub sederhana, sampai yang limited, semuanya bisa ditemui di kota ini. Selain itu, anda juga bisa berkunjung ke pusat kuliner yang semakin hangat di malam hari seperti di Jalan Sabang, atau Bendungan Hilir. Untuk muda-muda, belum lengkap rasanya kalau ke Jakarta, tapi tidak ke Kemang!

5. Berkunjung ke Kota Tua

Gambar:birruwriteshere.wordpress.com

Gambar:birruwriteshere.wordpress.com

Jika kamu ingin tahu cikal bakal kota Jakarta, datanglah ke Kota Tua. Di sinilah, Belanda memusatkan pemerintahannya di saat menjajah nusantara berabad-abad yang lalu. Ada yang mengatakan bagian Jakarta yang satu ini memang mirip Amsterdam.

6. Mencari yang antik di Jalan Surabaya

Foto: jakartadailyphoto.com

Foto: jakartadailyphoto.com

Jalan Surabaya konon sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia, bahkan Presiden AS Bill Clinton pernah berkunjung ke sana pada tahun 1994. Barang-barang antik yang dijual di sini antara lain jam dinding, lampu kristal, gramofon, wayang, dan masih banyak lagi.

7. Berkunjung dari satu bangunan tua ke bangunan tua lainnya

Gambar: www.indonesia.travel

Gambar: www.indonesia.travel

Sebagai negara yang pernah mengalami kolonialisme, tentu saja hal ini ada pengaruhnya terhadap wajah Jakarta. Sebenarnya banyak sekali bangunan dengan struktur kolonial di Jakarta tapi sebagian sudah hancur. Namun beberapa yang masih utuh, difungsikan menjadi gedung milik negara termasuk Gedung Arsip Nasional, Istana Negara, Gedung Kesenian Jakarta, dan Gedung Pancasila.

8. Merasakan sensasi berbeda di pasar tradisional

Gambar: pasarjaya.co.id

Gambar: pasarjaya.co.id

Berbelanja di pasar tradisional adalah bentuk interaksi yang paling menarik. Di sini, kamu bisa menemukan berbagai lapisan masyarakat yang memiliki tujuan yang sama, yaitu mendapatkan harga termurah. Meski kadang-kadang becek, bukan berarti datang ke pasar tradisional tidak akan memberi warna pada kunjunganmu ke Jakarta, melainkan sebaliknya.

9. Menyeberang ke pulau-pulau terdekat

Gambar: nurindahf.blogspot.com

Gambar: nurindahf.blogspot.com

Jakarta tidak hanya yang menjadi bagian dari Pulau Jawa, lho! Ada juga Jakarta yang lain di Kepulauan Seribu. Cara menjangkaunyapun mudah sekali. Naik saja kapal/ferry dari beberapa lokasi keberangkatan mulai dari Muara Angke, Muara Kamal dan juga Pelabuhan Marina.

10. Nge-mal di GRAND INDONESIA SHOPPING TOWN!

Foto: www.grand-indonesia.com

Foto: www.grand-indonesia.com

Foto: www.grand-indonesia.com

Foto: www.grand-indonesia.com

Foto: Anton Widodo/www.grand-indonesia.com/directory

Foto: Anton Widodo/www.grand-indonesia.com/directory

Foto: www.grand-indonesia.com

Foto: www.grand-indonesia.com

Terletak di jantung kota Jakarta, hanya berjalan kaki dari Bundaran HI yang iconic, terletak Grand Indonesia Shopping Town. Grand Indonesia sering disebut sebagai mal terkeren di Jakarta.

Untuk lebih jelasnya, kita simak tulisan seorang blogger ini: “Walaupun hari Sabtu tetapi mal ini tidak terkesan sumpek dengan banyaknya pengunjung yang datang, mungkin karena memang edan gedenya. Kalau kata seorang kawan, tidak cukup sekali datang untuk bisa menikmati seluruh keindahan mal ini.

Grand Indonesia terdiri dari tiga bagian: East Mall, West Mall dan sebuah Skybridge yang menghubungkan kedua bagian tersebut. Skybridge tersedia di lantai 1, 2, 3, 3A, dan 5 dengan sebuah foodcourt berkonsep Food Louver yang berada di lantai 3.

Buat yang belum pernah datang menyambangi mal ini, mungkin sebutan mal terindah terkesan agak berlebihan. Tetapi faktanya Grand Indonesia punya motto “Crossroads of The World”, di mana mal ini terbagi dalam beberapa area dengan tema-tema tertentu. Contohnya tema negara Belanda dengan kincir angin raksasanya, negara Cina dengan elemen bambu dan lampionnya, negara Arab dengan bangunan uniknya, dan lain-lain. Sebenarnya Grand Indonesia terbagi dalam empat distrik utama: Market District, Fashion District, Garden District dan Entertainment District…” (Bemby Narendra)

Buat yang mau tahu lebih lanjut mengenai Grand Indonesia, bisa langsung meluncur kesana ya? ^_^

Ohya, jika kamu belum menjadi member 8Share Indonesia, silakan daftar daftar dulu di sini: http://www.the8share.com/specials/ (dan dapatkan uang tunai seperti yang sudah didapatkan lebih dari 70 ribu member kami).